Bantuan Air Bersih Untuk Warga Singkup
Proses pembagian air dilakukan di halaman Masjid Agung Singkup yang letakanya samping balai desa. Dengan pengarah dari pihak desa, satu persatu warga dengan tertib mengisi air, baik menggunakan jeriken ataupun ember.
Dengan sabar petugas PDAM melayani warga dari mulai pukul 10 pagi hingga 14.30. Bukan hanya jeriken dan ember yang diisi air bersih, namun juga bak masjid pun diisi penuh.
Direktur PDAM Kuningan, H Kamdam SE melalui Humas Suarno mengatakan, pemberian batuan air merupakan respons dari permintaan terhadap warga yang kesulitan air. Pihaknya akan selalu membantu warga yang membutuhkan. ”Tadinya mau dikirim empat tangki, tapi dua tangki pun sangat cukup sehinga tidak jadi,” ucap Suarno kepada Radar, kemarin.
Pemberian air bersih yang dilakukannya kata dia, merupakan untuk yang kesekian kali dilakukan PDAM. Apabila ada warga yang kesulitan, pihaknya selalu cepat bereaksi memberi bantuan. Pihaknya mengimbau, apabila warga ada yang kesulitan air tinggal melapor, PDAM akan membantu.
Seperti diberitakan sebelumnya, sudah sepekan warga Desa Singkup, Kecamatan Japara kesulitan air bersih. Penyebabnya, aliran air yang dipasok Badan Pelayanan Air Minum Pedesaan (BPAMP) sudah tidak ngocor lagi. Padahal sumur warga juga sudah kering akibat kemarau panjang. Akibatnya, penduduk setempat terpaksa antre air bersih di Cikondang, satu-satunya sumber mata air di desa berpenduduk 800 jiwa itu yang masih mengalir.
Akibat air yang tidak bisa mengalir, warga meminta pengelolaan air minum diserahkan ke PDAM Kabupaten Kuningan. Ini agar pasokan air terhadap konsumen bisa tetap terjaga.
“Kalau memang tidak bisa mengelola, ya serahkan saja ke PDAM Kuningan. Jangan mengorbankan masyarakat. Kami ini rutin membayar biaya bulanan dengan harapan pasokan air lancar. Tapi nyatanya, malah mampet sudah seminggu. Sudah begitu, tidak ada penjelasan dari pengelola kenapa air PAM bisa tidak ngocor,” ujar Dulah warga setempat.
Sumber:Radar Cirebon.
Continue Reading...
Pertemuan Mentri PU Dan Bupati Kuningan Di Grage Sangkan
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos menerima kunjungan Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE, ke Kuningan bertempat di Grage Sangkan Hotel SPA, Rabu (12/10) untuk membahas pembangunan Waduk Cileuweung yang saat ini diganti nama menjadi Waduk Kuningan dengan dasar bahwa lokasi waduk tersebut genanganya berada di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Cibeureum dan Karangkencana. Didampingi DR. Ir. Mochamad Amron, M.Sc. Dirjen Sumber Daya Air dan Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air DR. Ir Djaja Murni Warga Dalam, DIPL, HE, MSC dan Prijo Sambodo, ME, selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung. Dalam kunjungannya Menteri Pekerjaan Umum menuturkan, untuk terselesainya pembangunan Waduk Kuningan ini dibutuhkan kerjasama antar pemangku kepentingan (stake holder) dan juga dukungan dari masyarakat sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana.Bupati Kuningan mengatakan, Waduk Kuningan nantinya
Rumor Pak SBY Menderita Sakit Jantung
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie mengaku tidak tahu kabar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tengah menderita sakit jantung.
"Saya tidak mengetahui," ujar Ical sapaan akrabnya usai memberi pembekalan terhadap kader Fraksi Golkar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/10/2011).
Ical yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I itu, tak melihat bahwa SBY tengah didera sakit jantung. Sebab setahu Ical, SBY sehat-sehat saja saat menghadiri dan sekaligus menjadi saksi dipernikahan putri Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.
"Tapi saya melihat beliau sehat-sehat aja. Bahkan menjadi saksi dalam pernikahan anak Menteri Kehutanan," kata dia.
Ical menegaskan bahwa SBY sehat-sehat saja dan tidak mengalami penyakit apapun."Saya enggak lihat tuh beliau ada sakit," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa SBY tengah didera sakit jantung. Namun pihak Istana membantah bahwa SBY mengalami sakit jantung. (sus)
Sumber:Okezone
Rumah di Papua Utara Di Terjang Tsunami
Gelombang tsunami dampak gempa dahsyat di Jepang juga sampai di wilayah perairan Papua bagian utara. Tsunami dilaporkan merusak beberapa bangunan rumah dan jembatan di kampung Tobati, Teluk Youtefa, Provinsi Papua.”Beberapa rumah dan jembatan di kampung Tobati rusak parah, bahkan ada beberapa yang hancur total akibat gelombang tsunami semalam,” kata Sekretaris Jemaat Gereja Kampung Tobati, Marcelino Hababuk, Sabtu (12/3/2011) pagi.
Menurut dia, di kampung Tobati, yang berupa pulau terpisah dari Kota Jayapura dan berada di tengah laut dalam Teluk Yotefa, gelombang tsunami menerjang sekitar pukul 21.30 WIT tadi malam.
”Di Tobati yang paling parah terkena terjangan tsunami adalah permukiman dan jembatan di jalur laut,” tuturnya.
Ia menjelaskan, saat mendengar akan ada tsunami menuju Jayapura, warga kampung Tobati langsung bergegas menuju gereja setempat yang berlokasi di atas perbukitan pulau itu.
”Tiga kali kami melihat air naik turun, dimulai sekitar pukul 20.30 WIT, puncaknya hingga menghancurkan rumah dan jembatan kampung,” kata Marcelino Hababuk.
Saat ini, katanya, warga kampung Tobati sedang berusaha memperbaiki rumah dan jembatan yang rusak.
”Lebih parah ada sebuah rumah di kampung Enggros yang bersebelahan dengan kami disapu tsunami hingga tak ada bekas,” kata Marcelino Hababuk.
Sebelumnya pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Papua, mengeluarkan peringatan akan terjadi tsunami di wilayah perairan Papua bagian utara. Tsunami diperkirakan akan sampai di perairan Papua bagian utara pada pukul 20.00 WIT.
”Yang termasuk perairan Papua bagian utara, yakni, Jayapura, Sarmi, Biak, Serui dan daerah sekitarnya,” kata Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Papua Sudaryono.
Peringatan tsunami sempat membuat seluruh warga Kota Jayapura yang bermukim di daerah pesisir pantai memilih mengungsi ke daerah yang lebih aman. Meski tsunami tidak berdampak parah dan pihak BMKG kemudian mencabut peringatannya, hal itu cukup membuat warga Kota Jayapura trauma.
Sumber :KOMPAS.
Continue Reading...
Cilimus Tanam Pohon
Kecamatan Cilimus yang merupakan daerah wisata dan terletak di kaki Gunung Ciremai yang merupakan daerah penunjang bagi daerah-daerah disekitarnya, melaksanakan penanaman pohon diareal kaki Gunung Ciremai. Kegiatan ini merupakan cermin dari pelaksanaan menuju Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Linggasana dan diikuti oleh warga masyarakat Desa Linggasana yang dikomandoi oleh Kepala Desanya yaitu Hj. Heni.Selain diikuti oleh berbagai elemen masyarakat juga diikuti oleh aparat dari Desa Linggasana, Aparat Kecamatan, dan para Unsur Pimpinan Daerah, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos, Wakil Bupati Drs. H. Momon Rochmana, MM, Dandim 0615 Letkol Arm. Mulyono, Kajari Hj. Siti Utari, SH, Kepala Pengadilan Negeri Tafsir Sembiring, SH.
Dalam laporannya Camat Cilimus Deni Hamdani, S.Sos, M.Si mengatakan, pelaksanaan penanaman pohon ini merupakan perwujudan dan komitmen warga masyarakat Kecamatan Cilimus untuk mendukung Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, selain itu juga untuk mendukung program APEL ( Aparatur Peduli Lingkungan ) yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu oleh BKD Kabupaten Kuningan. Kegitan ini juga merupakan upaya untuk terus memelihara lingkungan khususnya di Kawasan Gunung Ciremai agar dapat terus menampung resapan air, untuk mencegah erosi, serta mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat dan bersih,” ujar Deni.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang menegaskan, salah satu tantangan terbesar bagi Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi adalah memaduserasikan derap kemajuan pembangunan fisik dan ekonomi dengan upaya menjaga lingkungan yang lestari. Kita tidak dapat memungkiri tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan ekonomi telah memberikan tekanan terhadap pemanfaatan sumber daya alam terutama pemanfaatan lahan.
Semoga melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan hari ini akan memberikan manfaat dan energy baru untuk mencapai target Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, meyakinkan kita bahwa pilihan pembangunan yang ramah lingkungan adalah pilihan terbaik bagi masa depan Kabupaten Kuningan,” tegas Aang.
Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan .


